Materi kultum Ba'da Dhuhur Minggu ini

Materi kultum Ba'da Dhuhur Minggu ini

Bahaya Iri, Dengki dan Hasut

Oleh Masduki, S.Pd

JALAKSANA – Masjid SMK Muhammadiyah 3 Kuningan kembali menjadi tempat pembinaan keagamaan bagi para siswa melalui kegiatan kultum yang dilaksanakan setiap hari setelah pelaksanaan Sholat Dhuhur berjamaah. Pada kesempatan kultum minggu ini, materi kultum mengangkat tema “Bahaya Iri, Dengki dan Hasut sebagai Penyakit Hati.”

Kegiatan kultum diikuti oleh para siswa dan warga sekolah (Bapak, Ibu Guru) dengan suasana khidmat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SMK Muhammadiyah 3 Kuningan dalam memperkuat pendidikan karakter serta pengamalan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan sehari-hari. pada pelaksanaannya Meskipun beberapa datang terlambat untuk berjamaah karena harus disuruh suruh oleh Guru, dicari cari dulu di kelas, bersembunyi di bawah meja, di perpustakaan, di Koperasi/kantin ini merupakan tugas kita untuk memaksa anak anak kita agar bisa sholat berjamaah setiap harinya.

Bahaya Iri, Dengki dan Hasut sebagai Penyakit Hati

  1. Larangan Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain.”
(QS. An-Nisa: 32)

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap manusia mendapatkan karunia Allah dalam bentuk yang berbeda-beda. Ada yang unggul dalam ilmu, ada yang memiliki keterampilan, ada yang memiliki prestasi, dan ada pula yang memiliki kelebihan dalam bidang lainnya.

Karena itu, seorang pelajar tidak perlu iri terhadap keberhasilan temannya. Justru keberhasilan teman harus menjadi motivasi untuk belajar dan berkembang.

  1. Hasad Dapat Menghancurkan Kebaikan

Rasulullah SAW bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

“Jauhilah oleh kalian sifat hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dawud)

Hadis ini memberikan peringatan yang sangat keras. Hasad bukan hanya merusak hubungan kita dengan orang lain, tetapi juga dapat merusak amal kebaikan kita.

Bayangkan, seseorang rajin beribadah, rajin bersedekah, dan melakukan banyak kebaikan, tetapi hatinya dipenuhi kebencian dan keinginan agar orang lain kehilangan nikmat. Jangan sampai kebaikan yang kita bangun justru rusak karena penyakit hati.

  1. Jangan Saling Mendengki

Rasulullah SAW juga bersabda:

لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

“Janganlah kalian saling mendengki, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini sangat relevan dengan kehidupan siswa di sekolah.

Jangan karena masalah kecil kemudian muncul kebencian. Jangan karena teman mendapatkan nilai lebih tinggi kemudian kita membencinya. Jangan karena teman mendapatkan kepercayaan menjadi ketua organisasi kemudian kita berusaha menjatuhkannya.

Sebaliknya, mari membangun persaudaraan.

  1. Hasut dan Perbuatan Mengadu Domba

Allah SWT berfirman:

هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

“Yang suka mencela, yang kian kemari menyebarkan fitnah (adu domba).”
(QS. Al-Qalam: 11)

Ayat ini mengingatkan kita agar berhati-hati terhadap perilaku menyebarkan berita yang dapat menimbulkan permusuhan.

Di zaman sekarang, hasutan tidak hanya dilakukan melalui perkataan secara langsung. Hasutan juga dapat dilakukan melalui WhatsApp, Instagram, TikTok, komentar media sosial, dan berbagai platform digital lainnya.

Satu komentar yang dibuat karena emosi dapat menimbulkan masalah besar.

Karena itu, sebelum berbicara atau mengirim sesuatu, tanyakan kepada diri kita:

“Apakah ucapan saya akan membawa kebaikan atau justru menimbulkan permusuhan?”

 

  1. Hasad Merupakan Sifat yang Harus Dijauhi

Allah SWT mengajarkan kita untuk memohon perlindungan dari keburukan orang yang memiliki sifat dengki:

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
(QS. Al-Falaq: 5)

Ayat ini terdapat dalam Surah Al-Falaq yang sering kita baca dalam kehidupan sehari-hari. Ini menunjukkan bahwa sifat dengki merupakan sesuatu yang harus kita waspadai.

Menariknya, bukan hanya orang lain yang harus kita waspadai sifat dengkinya. Kita juga harus bertanya kepada diri sendiri:

“Apakah di dalam hati saya terdapat rasa iri kepada orang lain?”

  1. Perbedaan Iri dan Ghibthah

Tidak semua keinginan memiliki apa yang dimiliki orang lain merupakan sesuatu yang buruk.

Dalam Islam terdapat ghibthah, yaitu keinginan mendapatkan kebaikan seperti yang dimiliki orang lain tanpa berharap nikmat orang tersebut hilang.

Contohnya:

“Teman saya bisa melakukan tugas praktik Kejuruan dengan baik. Saya ingin seperti dia dan saya akan mulai rajin dan memperhatikan apa yang guru perintahkan.”

Atau:

“Teman saya berprestasi dalam lomba. Saya ingin belajar lebih giat agar bisa berprestasi juga.”

Ini adalah sikap positif.

Yang berbahaya adalah ketika kita berkata dalam hati:

“Saya tidak suka dia berhasil. Saya berharap dia gagal.”

Inilah yang harus kita jauhi.

  1. Cara Mengobati Penyakit Iri dan Dengki

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh para siswa:

Pertama, memperbanyak syukur.

Lihatlah nikmat yang Allah berikan kepada diri kita, bukan hanya kelebihan yang dimiliki orang lain.

Kedua, mendoakan orang yang berhasil.

Ketika teman mendapatkan prestasi, ucapkan:

“Masya Allah, semoga Allah memberikan keberkahan.”

Kemudian jadikan keberhasilannya sebagai motivasi.

Ketiga, meningkatkan usaha.

Daripada sibuk memikirkan keberhasilan orang lain, lebih baik gunakan waktu untuk belajar, berlatih, beribadah, dan mengembangkan kemampuan.

Keempat, menjaga lisan.

Jangan menjelekkan teman, menyebarkan gosip, memfitnah, atau mengadu domba.

Kelima, memperbanyak doa dan istighfar.

Mohon kepada Allah agar hati kita dibersihkan dari penyakit iri, dengki, sombong, dan kebencian.

Dalam konteks kehidupan pelajar, penyakit hati seperti iri dan dengki dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari mengejek teman, meremehkan prestasi orang lain, menyebarkan kabar yang tidak benar, hingga melakukan tindakan yang dapat merusak persahabatan.

Karena itu, para siswa diajak untuk membangun budaya saling menghargai, membantu, dan memberikan dukungan kepada sesama. Jika ada teman yang mendapatkan prestasi, hendaknya ikut bersyukur dan memberikan apresiasi. Sebaliknya, jika ada teman yang mengalami kesulitan, hendaknya saling membantu dan menguatkan.

Melalui kegiatan kultum setelah Sholat Dhuhur ini, SMK Muhammadiyah 3 Kuningan berharap para siswa tidak hanya memiliki kecerdasan akademik dan keterampilan sesuai bidang keahlian, tetapi juga memiliki akhlak mulia, hati yang bersih, serta karakter yang kuat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembiasaan keagamaan di lingkungan sekolah dalam rangka membentuk generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, mandiri, dan berkemajuan sesuai dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Dengan membiasakan diri menjauhi iri, dengki, dan hasut serta memperkuat sikap syukur, ikhlas, saling menghargai, dan saling membantu, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang harmonis, positif, dan penuh persaudaraan.

“Bersihkan hati, jaga persaudaraan, dan jadikan keberhasilan orang lain sebagai inspirasi untuk terus berbuat dan berprestasi.”(Masduki)

Bagikan
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Peresmian TEFA Bengkel sepeda Motor

Model Teaching Factory SMK Muhammadiyah 3 Jalaksana Kuningan   Pelaksanaan Teaching Factory atau TEFA sebuah model pembelajaran yang dioperasikan seperti pabrik dalam sekolah, te

12/08/2026 11:49 - Oleh Administrator - Dilihat 58 kali Baca
Petani menjerit Harga Tomat Murah, SMK hadir membantu Petani

SMK Muhammadiyah 3 Kuningan dan PCM Jalaksana Bagikan 4 Ton Tomat, Wujud Dakwah Menolong Petani dan Masyarakat Kuningan, 23 Agustus 2026 — Kepedulian terhadap petani dan masyarak

29/01/2023 10:50 - Oleh Administrator - Dilihat 223 kali Baca
Muktamar XVI TAPAK SUCI Putera Muhammadiyah

Menghadiri Muktamar Tapak Suci XVI di Simpanglima Kota Semarang, dari Pimda 143 TAPAK SUCI Kuningan membawa rombongan penggembira sebanyak 16 orang. diantaranya Kepala Sekolah, ketua PC

29/01/2023 10:50 - Oleh Administrator - Dilihat 47 kali Baca
Ucapan Terimakasih SPMB 2026/2027 Melesat Naik 120%

UCAPAN TERIMA KASIH SPMB 2026/2027 SMK Muhammadiyah 3 Kuningan Melesat Naik 100% Kuningan, Agustus 2026 — Alhamdulillah, atas izin dan pertolongan Allah SWT, pelaksanaan Seleksi

29/01/2023 10:50 - Oleh Administrator - Dilihat 50 kali Baca
Kunjungan Industri dan MoU dengan PT Winter Acces Bandung

Kunjungan Industri dan penyelarasan Kurikulum TJKT SMK Muhammadiyah 3 Kuningan dengan PT Winter Acces di Kota Bandung kelas XII tahun 2025.

29/01/2023 10:50 - Oleh Administrator - Dilihat 57 kali Baca